|
The Power of Print: “Beriklan di Media
Cetak lebih Efektif”
Kerja
keras SPS melakukan riset tentang media cetak ternyata tidak sia-sia:
pasang iklan di media cetak lebih efektif! Survei oleh Serikat Penerbit
Suratkabar (SPS) Pusat terhadap 2.971 responden pembaca media cetak
di 15 kota yang dibagi secara quota berdasarkan gender dan katagori
usia remaja dan dewasa, tentang “Masa Depan Media Cetak di
Indonesia”, yang dilakukan pada Juni 2009. “Hasil survei
SPS ini membuat kami sangat optimis atas masa depan industri media
cetak,” kata M Ridlo’Eisy, Ketua Harian SPS Pusat.
Kebanyakan responden berlangganan media cetak karena
alasan serupa. Ini ditunjukkan oleh pilihan mereka terhadap koran
(87%), majalah (69%) dan tabloid (66%). Bagaimana dengan daya beli
masyarakat terhadap media cetak? survei ini memperlihatkan anggaran
rata-rata responden dewasa dalam berlangganan koran sebesar Rp.
81.000 per bulan, untuk majalah Rp. 50.000 per bulan, dan tabloid
Rp. 39.000 per bulan.
Lokasi survei itu memilih Lima Belas kota besar,
antara lain Medan, Pekan baru, Batam, Palembang, Padang, Jakarta,
Bandung, Semarang, Jogjakarta, dan Manado. Survei yang dikerjakan
oleh LP3ES ini menghasilkan beberapa temuan menarik lain. Seperti
lama waktu rata-rata membaca koran 4 jam per minggu atau 32 menit
perhari, membaca majalah 3,5 jam perminggu, dan membaca tabloid
3,2 jam perminggu. Bandingkan dengan di Inggris yang rata-rata membaca
koran “hanya” selama 40 menit per hari (2007). Mayoritas
responden juga menyukai membaca koran saat sedang santai di rumah
(80%), pun dengan pembaca majalah (76%) dan tabloid (78%).
Tentang gaya hidup justru menemukan tempat favoritnya
di katagori majalah (68%), menyusul informasi tentang musik (52%),
kesehatan (48%), pendidikan (47%), dan film/drama (45%). Ini konsisten
dengan di tabloid, yang menempatkan rubrik gaya hidup paling sering
dibaca responden (66%), diikuti kesehatan (50%), musik (45%), olahraga
(44%), dan pendidikan (42%). Terkait dengan iklan, survei SPS memperlihatkan
bahwa res-ponden yang memperhatikan iklan di media cetak masih sangat
besar (67%). bahkan, mereka yang terdorong membeli media cetak karena
ingin melihat iklan tertentu, jumlahnya cukup signifikan (33%).
***
< kembali ke index
> < kembali ke edisi >
|