SWA News >> SWA Media Inc. e-Newsletter | home swamediainc.com
 
 
 
Home > Edisi 03-2009 > Membidik Pasar Daerah
 
 
 

Membidik Pasar Daerah

SWA Membidik Pasar DaerahStrategi yang lebih masuk akal dalam mengembangkan bisnis industri media cetak saat ini tak lain difokuskan pada penggarapan pasar-pasar pengiklan. Baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi. Di tengah perkembangan ekonomi nasional, kebutuhan berpromosi para pebisnis mulai dari pengelola pusat perbelanjaan, industri, jasa dan kehausan informasi para konsumen, tetap perlu diakomodasi oleh para pengelola media – khususnya majalah. Dengan demikian bila eksposur dan penetrasi luas pada target yang fokus dan tepat, peluang para pemasang iklan akan memperoleh eksposur yang juga tepat sasaran dan mendalam akan tercapai.

Meminjam teori Prof W Chan Kim dan Renee Mouborgne, dalam bukunya Blue Ocean Strategy, bentuk penyikapan menghindari wilayah ”Red Ocean” dan membidik kawasan pasar ”Blue Ocean” tentu merupakan pilihan strategi sangat jitu. Ketimbang berdesakan, berhimpit, dan kemudian menjadi berdarah-darah bertempur dengan pesaing yang lebih mapan di segmen umum, lebih baik memasuki kawasan yang nyaris tanpa kompetitor berarti. Ditarik dalam konstelasi pasar per-iklanan nasional, cara dan strategi di atas jelas sangat tepat dan masuk akal.

SWA  Membidik Pasar DaerahRanumnya pasar di daerah memang telah memalingkan muka banyak pengelola media. Dengan aneka alasan dan kiat mereka berupaya mengokohkan kehadiran lewat berbagai gagasan maupun penawaran ke sana. Termasuk penjajakan kerjasama menopang sarana promosi, penjualan, atau penciptaan produk-produk periklanan kreatif yang cocok dengan misi pemda maupun komunitas bisnis di daerah lainnya. “Kita juga mendapatkan gambaran utuh tentang perkembangan mutakhir rekan-rekan usaha di daerah,“ ungkap Zetta Saraswati, Wakil Pemimpin Usaha yang juga merangkap sebagai Manajer Iklan Majalah SWA, tatkala usai berkunjung ke kota-kota di Jawa Tengah dan Jogyakarta.

Zetta beserta rombongan Tim Iklan memang baru saja menyelesaikan kunjungan silaturrahminya. Mereka antara lain mengunjungi beberapa universitas, perusahaan-perusahaan swasta maupun BUMN/D. “Mereka semua sangat antusias menyambut kedatangan kami,” ujar Niken yang juga bertanggung jawab terhadap pemasaran iklan Majalah MIX milik SWA Group.

Optimisme Tim Pemasaran Iklan majalah SWA tersebut tidak terlalu berlebih-lebihan. Di tengah kegamangan banyak pihak tentang kesulitan mengembangkan pertumbuhan oplag dan pembaca, namun secara obyektif SWA menemukan justeru hal-hal sebaliknya. Berdasarkan temuan Ari yang juga ikut serta dalam Tim Iklan diperolah informasi sesungguhnya mitra-mitra usaha di daerah sangat membutuhkan media promosi signifikan atau khusus – seperti halnya majalah SWA yang membidik segmentasi pasar tertentu. Ari dan Amoer antara lain sempat bertandang serta berbincang-bincang dengan lembaga-lembaga atau mitra bisnis lain di Semarang atau Yogjakarta, seperti Undip, Nusantara Sakti, Primagama, Petak Umpet, Simpul Advertising. Beberapa mitra di kota Solo dan Sragen antara lain: Solo Paragon, Kusuma-mulya Tower, BPD DIY dan Solo Murni juga dikunjungi oleh Niken dan Zetta. Mereka, seperti dikatakan di awal, “Siap bermitra dan menjalin kerjasama dengan Majalah SWA,” kata Ari meyakinkan. ***

 

< kembali ke index > < kembali ke edisi >

 
 
Copyright © 2009 SWA Media Inc. All rights reserved.
Facebook SWA Twitter SWA