|
SWA
Makin Intensif Menggarap Daerah
Lebih dari 80% perekonomian berputar di daerah.
Itulah kenapa SWA yang mempunyai tagline “Di mana bisnis bergerak”,
akan lebih se-ring menampilkan bisnis di daerah. Selama ini kami
telah rutin menyajikan pengusaha-pengusaha daerah untuk Sajian Utama.
Kami antara lain pernah mengangkat tema Buaya-buaya Bisnis Kota
Buaya, Taipan-taipan Medan, Orang-orang Kaya Kepulauan Riau, dan
Raja & Ratu Bisnis Jawa Tengah. Di luar itu kami sudah beberapa
kali mengangkat Edisi Khusus jagoan-jagoan bisnis dari daerah yang
menampilkan pengusaha-pengusaha top dari seluruh penjuru Tanah Air.
Pemberlakuan Undang-undang Otonomi Daerah, kita
akui, telah memacu denyut bisnis di tingkat regional. Masing-masing
daerah sa-ling berlomba mendatangkan investor domestik maupun asing
untuk menanamkan investasi di wilayahnya. Sementara itu para kepala
daerah mulai dari bupati hingga gubernur terus bersolek memperbaiki
infrastruktur, mempermudah perizinan, dan menawarkan daya pikat
lain agar wilayahnya makin diminati investor. Kami tak cuma mencatat,
namun juga sudah berulangkali menampilkan kiprah kepala-kepala daerah
yang progresif seperti itu, sebut saja Walikota Solo Joko Widodo,
bupati Sragen Untung Wiyono, Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko,
Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, dan masih banyak lagi.
Kami ingin membagi semangat dan pemikiran-pemikiran mereka untuk
dijadikan benchmark bagi kepala daerah lainnya.
Otonomi daerah juga telah mencuatkan banyak pengusaha
daerah ke skala nasional bahkan ke tingkat global. Setiap kali kami
membuat daftar pengusaha daerah yang kami update setiap tahunnya,
selalu saja kami menemukan jagoan-jagoan baru yang naik peringkat.
Kalau sebelumnya pengusaha itu hanya bermain di tingkat daerah,
beberapa tahun berikutnya ia sudah menjadi pemain nasional bahkan
tidak sedikit yang mengekspor produk/ jasanya ke pelbagai negara.
Dan yang tak kalah penting, kami juga selalu menemukan debutan-debutan
baru dari kalangan anak-anak muda lulusan perguruan tinggi yang
langsung terjun menjadi pengusaha. Mereka mengawali bisnis dari
daerahnya dengan mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.
Atas dasar itulah, SWA sebagai majalah yang hadir
di setiap denyut bisnis, akan semakin intensif menampilkan pengusaha,
birokrat, dan profesional dari daerah. Agar frekuensi penampilannya
semakin sering, kami tidak harus mengemasnya dalam topik besar seperti
Sajian Utama yang akan memakan banyak halaman, tapi bisa kami wadahi
dalam Sajian Khusus, Wajah Usaha Regional, Entrepreneurship, Sosok,
maupun Manajemen. Belum lama ini misalnya, kami menampilkan studi
kasus manajemen “Melecut” Karyawan ala Resto Pringsewu,
Turnaround Davos di Tangan Generasi Dua, dan Sajian Khusus Kebangkitan
Bisnis Sulawesi Utara & Gorontalo. Kupasan tentang
pengusaha daerah hampir bisa ditemukan di setiap edisi SWA.* (Sujatmaka,
Wk. Pemred SWA).
< kembali ke index
>
|