|
Komentar
Asmono Wikan, Direktur Eksekutif SPS
Aswono Wikan, sebagai Direktur Eksekutif SPS, menyiratkan
bahwa masih banyak cara buat merespon permintaan pengiklan di media
cetak saat ini. “Kami di SPS cuma mengingatkan bagaimanapun
media itu harus memiliki code of conduct yang harus dipatuhi perihal
mana yang menjadi domain redaksi dan mana domain iklan.” katanya.
Sejauh ini, menurut Aswono, “Memang permintaan
agar iklan itu lebih soft dan tidak terlalu kelihatan sebagai iklan
bisa dimengerti. Tapi media harus tetap menjelaskan kepada pengiklan
bahwa tetap ada batasan dan benang merahnya adalah independensi
yang tidak boleh berubah.”
Di luar negeri, masih diingatkan Asmono, “Berdasarkan
hasil survai dua ratusan editor global tahun 2006 mengungkapkan
fenomena tersebut bukan dialami Indonesia saja tapi juga dunia.
Di situ dijelaskan ada tiga pihak yang sangat potensial mempengaruhi
redaksional: advertiser, share holders dan kekuatan-kekuatan politik.
Jadi memang tidak terhindarkan. Kami juga sering bertemu dengan
lembaga periklanan P3I buat membicarakan soal ini. Tapi di atas
semuanya, seperti dikatakan oleh Bapak Yacob Oetama dari Kompas,
adalah peran media itu sendiri untuk menegakkan kemandiriannya melalui
sikap tetap independen dan menjunjung tinggi gagasan idealisme pers.
Dan media yang bertahan adalah yang dapat melakukan hal tersebut.
Pengiklan juga paham mereka yang tidak kredibel sedikit demi sedikit
akan terseleksi sendiri oleh pasar. Saya melihat SWA sendiri tetap
berhasil menjaga hal tersebut terbukti dengan masih banyak iklan
yang terpasang.” katanya mengakhiri pembicaraan lewat telepon
dengan awak Swanews. ***
< kembali ke index
>
|