|
Bagian 2:
Optimalisasi Mobile Buat Berita & Iklan
Optimalisasi ponsel yang sedang ngetren adalah
pemanfaatannya sebagai media penyampaian berita (news) maupun iklan
(mobile advertising). Terdapat dua faktor yang membuat ponsel dilirik.
Pertama, tingginya attachment manusia modern terhadap ponsel membuat
alat ini memiliki pengaruh luar biasa. Jumlah waktu rata-rata yang
dihabiskan manusia berinteraksi dengan ponsel saat ini telah menyamai
jumlah rata-rata waktu per-hari yang dihabiskan manusia untuk menonton
televisi. Waktu interaksi tersebut diramalkan akan terus meningkat
seiring konvergensi berbagai macam teknologi ke dalam ponsel. Dengan
begitu sangat terbuka bagi semua orang untuk senantiasa terhubung
dengan setiap perkembangan aneka berita di dunia.
Faktor kedua yang membuat ponsel menarik banyak
orang adalah karakter wireless dan mobile-nya yang tidak dimiliki
oleh media tradisional. Mobilitas ponsel ini bila digabungkan dengan
teknologi user tracking dan GPS (global positioning system) pada
gilirannya dapat menghasilkan suatu bentuk pemasaran baru yang dulu
hanya menjadi angan-angan para pengiklan. Ya, teknologi user tracking
dan GPS memungkinkan ponsel menjadi ranah pelengkap media beriklan
(advertising) yang bersifat kontekstual (berbasis lokasi dan waktu).
Lokasi dan waktu selalu menjadi constraint dalam mencapai kepuasan
ekonomi yang optimal, termasuk dalam urusan beriklan. Media tradisional
sampai dengan saat ini hanya mampu memberikan solusi untuk constraint
waktu, tapi belum optimal untuk constraint lokasi. Padahal, konteks
lokasi punya peran yang lebih besar dalam mempengaruhi keputusan
konsumen untuk membeli dibandingkan waktu. Di sini ponsel memberikan
solusi sekaligus terhadap kedua constraint tersebut.
Dari fakta di atas, pemanfaatan seluler untuk menggerakkan
pertumbuhan pengguna Internet jelas suatu keniscayaan. Dari situ
saja, asumsi tentang minimnya jumlah pengguna Internet akan terpangkas
dengan sendirinya karena populasi ponsel yang bisa mengakses Internet
(lewat ponsel, bukan lewat PC) akan berkembang lebih pesat dari
sekarang. Dari sisi sebaliknya, industri seluler pun bisa memanfaatkan
Internet sebagai katalis yang memperkaya jenis layanan. Ini ditandai
dengan kian maraknya kolaborasi antara penyedia konten atau aplikasi
berbasis Internet dengan para operator seluler, untuk menyediakan
informasi yang cepat dan segera bagi konsumennya.
Jaringan dan infrastruktur Internet dan seluler,
ke depannya memang tidak akan mengambil rute yang berbeda atau terpisah-pisah.
Oleh karenanya, teknologi jaringan di masa mendatang (Next Generation
Networking, NGN) akan merupakan suatu penggabungan teknologi Internet
dan seluler ini. Secara teknikal, protokol dan standar Internet
akan diimplementasikan atau ditumpangtindihkan pada infrastruktur
telekomunikasi sehingga layanan menjadi kian kaya dan luas. Contoh
ke arah sana adalah yang dilakukan operator telekomunikasi di Inggris,
yang akan menawarkan layanan telekomunikasi 3G dikombinasikan dengan
GPRS dan Wi-Fi. Penggabungan layanan ini jelas merupakan perpaduan
antara layanan dari sebuah teknologi yang tadinya menjadi terminologi
dalam khazanah Internet (Wi-Fi) dengan terminologi seluler (GPRS)
menjadi satu yang tak terpisahkan. Contoh lain yang lebih kongkret
dan gampang dilihat adalah Skype, Real Networks, ataupun BlackBerry
tadi.
Dengan NGN, akan terjadi pergeseran, yakni komunikasi
suara yang tadinya didominasi melalui jaringan sirkuit (circuitry)
bergeser menjadi melalui paket data. Layanan video broadcasting
yang kita nikmati di sejumlah tontonan video konvensional seperti
sekarang ini akan bergeser menjadi suatu layanan video yang lebih
interaktif. Sementara itu, layanan wireless akan bergeser dari hanya
berbasis suara (voice only) menjadi aneka media yang beragam (media
rich). ***
< kembali ke index
>
|