|
Consumer Confidence Index
Global Melorot:
Bagaimana Indonesia?
Lebih dari sepertiga orang Indonesia ragu akan prospek
kerja lokal dan enam puluh persen tidak menganggap 12 bulan mendatang
sebagai waktu yang tepat untuk berbelanja. “Untuk konsumen
global, 12 bulan terakhir merupakan tantangan yang bergejolak dan
Indonesia tentunya tidak terkecuali karena sifat perekonomian yang
erat terkait dengan permintaan dunia”. Demikian testimony
akhir tahun The Nielsen Company berdasarkan survai bertajuk “Consumer
Confidence Survey 2005 – 2008”.
Dikatakan pula, secara global sepertiga konsumen
paling khawatir akan ekonomi dengan seperlima khawatir akan Kenaikan
Harga Makanan, diikuti oleh Keseimbangan antara kerja dengan hidup
(18%), Keamanan akan Pekerjaan, Kesehatan dan Kenaikan Tagihan Utility
– air, listrik dll (17% berturut-turut). Sedangkan masyarakat
Indonesia kebanyakan terkait pada Keseimbangan Kerja dan Hidup (37%),
Ekonomi (33%) yang diikuti oleh Kesejahteraan dan Kebahagiaan dari
Orang Tua (24%) dan untuk Anak-anak Mereka (19%).
Saat ditanyakan mengenai keinginan berbelanja setelah
kebutuhan pokok sehari-hari terpenuhi, sekitar sepertiha konsumen
dunia memilih untuk berlibur, membeli pakaian baru dan membayar
hutang/tagihan kartu kredit. Orang Indonesia sendiri bermaksud tidak
menunda belanja seutuhnya dan tetap ingin membuka dompet buat barang-barang
berharga murah. Walaupun mereka tentu lebih hati-hati dalam sentimen
belanja, ada peluang untuk perusahaan dalam sector wisata, ritel
dan hiburan dengan pilihan pengeluaran seperti Berlibur, Teknologi
baru (33% berturutturut)
dan hiburan Luar Rumah (25%) tetap berada dalam Daftar Belanja
Utama mereka saat memiliki sisa uang.*
< kembali ke index
>
|