|
Porsi Iklan Menuju Akhir
Tahun 2008
Situasi politik menjelang pemilihan umum (pemilu)
pada tahun depan diprediksi akan memaksa perusahaan memperketat
anggaran belanja iklan. Namun kadar pemangkasannya bisa tidak terlalu
tinggi atau bukan tidak mungkin dapat pula sebaliknya. Berdasarkan
pemantauan yang ada, sejauh ini belum ada perusahaan selaku pemasang
iklan yang ancang-ancang untuk memperkecil anggaran belanja iklan.
Kita masih melihat banyak perusahaan-perusahaan
yang masih terus menggenjot kegiatan promosi seperti tahun-tahun
sebelumnya. Anggaran promosi yang telah di-setting oleh perusahaan
sejak awal tahun juga masih dipertahankan. Setiap produk itu kan
perlu dipasarkan, “Pemasang iklan akan terus melakukan promosi,
termasuk melalui papan reklame,” seperti pernah dikatakan
Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Luar Ruang Indonesia (AMLI) Nuke
Mayasaphira.
Tapi bagaimana halnya dengan iklan di media lain,
termasuk majalah. Menurut AC. Nielsen terdapat fluktuasi belanja
iklan melalui aneka media bergantung pada strategi pemasaran setiap
produk oleh setiap perusahaan dalam melihat
persaingan dengan perusahaan lain. Umumnya apabila pasar suatu produk
sedang turun, perusahaan justru akan menggenjot belanja promosinya
untuk menghindari naiknya pasar produk sejenis oleh perusahaan lain.
Berikut fluktuasi hasil riset Nielsen selama kuartal ketiga tahun
ini:



< kembali ke index
>
|