| |

|
2008:
Ekonomi Menggeliat, Iklan Bergairah
Optimisme pertumbuhan ekonomi nasional
tahun ini meluncur penuh keyakinan
dari bibir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin
(21/1), di Executive Club The Sultan Hotel, Jakarta.
Menkeu hadir di forum Dialogis Persatuan Perusahaan
Periklanan Indonesia (PPPI) DKI Jaya dan berbicara mengenai
evaluasi perekonomian 2007 dan prospeknya 2008. Ekonomi
tumbuh sebesar 6,3 persen, yang disumbang oleh antara
lain pertumbuhan konsumsi masyarakat yang mencapai 5
persen.
Ditilik dari tiap sektor yang berkembang
sepanjang tahun 2007, mantan Kepala LPEM UI tersebut
menunjuk sektor angkutan dan komunikasi sebagai salah
satu sektor ekonomi yang tumbuh pesat, sebesar 13 persen.
Ini ditunjukkan oleh belanja masyarakat terhadap perjalanan
udara, darat, dan laut, serta belanja pulsa telepon
seluler. "Tahun lalu banyak maskapai penerbangan
menayangkan iklan terbang dengan tarif murah. Saling
adu murah tarif. Pun dengan operator telekomunikasi
seluler," ujarnya.*** |
|
| Salam,
Sesuatu yang tidak berubah adalah perubahan
itu sendiri! Sebuah kalimat yang patut disimak oleh
kita semua, khususnya segenap awak majalah SWA dan grup
usaha dalam mencermati pergerakan periklanan tahun 2008.
Kata kunci itu sengaja kami ketengahkan
sebagai bahasan pokok dalam penerbitan perdana media
ingriya WANewsmengawali tahun 2008.
Cerita lain yang kami tulis berupa event-event
atau kegiatan yang dilakukan oleh grup SWAmaupunmitra-mitranya.
Kami turut berharap dan berdoa agar
kita semua lebih sukses lagi pada hari-hari mendatang.
Selamatmembaca!
REDAKSI |
|
| MANA KUE
IKLAN?
Dalam kesempatan yang sama dengan Menkeu,
Narga Habib, Ketua Umum PPPI Pusat, memberikan ilustrasi
yang sama optimistik dengan Menkeu. "Tahun 2007,
belanja iklan nasional mencapai Rp 45 triliun (gross
)," katanya. Kalaulah ia benar, maka kira-kira
angka nya biasa kurangkan dengan 40% menjadi sekitar
Rp 27 triliun. Khusus media cetak, diperkirakan tahun
lalu menjadi sekitar Rp 9 triliun ( netto). Tahun ini?
Narga memperkirakan akan tumbuh sekitar 10 15 persen.
Komentar Narga diamini oleh para praktisi
periklanan. "Pengaruh persiapan Pilpres dan Pilkada
memang dipastikan meningkatkan kue iklan di aneka media,"
ujar Herlina Pangaribuan, Buyer Manager PT. Zenith Optimedia.
Itu sebabnya, lanjutnya, persaingan memperebutkan space
media cetak, khususnya di segmen suratkabar harian umum
jelas semakin menajam. Setajam persaingan di sejumlah
segmen media cetak lainnya, seperti segmen majalah wanita,
majalah pria, tabloid wanita, dan koran-koran daerah,
terutama yang beredar di tingkat regional. "Buat
SWA hendaknya tetap fokus pada segmen sekarang yang
memang sudah cukup stabil," kata Herlina.
Hal serupa disampaikan pula Dini Priadi,
Manager Marketing and Communications Procon Indah, Bahkan,
dikatakan Dini, tren pemasang iklan sekarang dan ke
depan mengarah pada media spesialis. "Kami juga
merasa cocok karena iklan yang dipasang langsung menyasar
ke target market," cetusnya.
Mencermati situasi dan dinamika industri
yang berkembang, maka tahun 2008 tampaknya akan menjadi
tahun kritikal bagi para pelaku industri pers, terkait
dengan agenda politik pemilihan umum yang akan berlangsung
tahun 2009.
Praktis, setahun menjelang pemilu 2009, energi akan
lebih banyak dicurahkan pada perhelatan politik nasional
tersebut. Karenanya, tahun 2008 boleh dikatakan
sebagai tahun untuk melakukan ekspansi dan menggenjot
aktivitas pemasaran,
sebelum kemudian agak menurun lagi aktivitasnya sepanjang
2009. *** |
|
 |
Indonesian
Consumunity Expo (ICE) 2007
Indonesian Consumunity Expo 2007 adalah
wadah untuk mengumpulkan dan memberikan apresiasi kepada
para pebinis atau pemilik merek dengan komunitas konsumen.
Melalui Conference (Seminar) & diharapkan
memberikan Appreciations (Awarding) pemahaman
dan penghargaan kepada para pebisnis mengenai keberadaan
konsumen ini seperti bagaimana komunitas ini terbentuk
dan kemudian dan kemudian berkontribusi terhadap keuangan
bagi bisnis pemilik merek serta strategi yang perlu
disiapkan oleh perusahaan untuk menyambut kedatangan
fenomena dari maraknya komunitas konsumen yang bermunculan
itu. Lewat Exhibition, menampilkan pameran.
lomba, serta pertunjukan oleh pemilik merek dan komunitas
konsumen. Bertindak selaku penyelenggara adalah Prasetiya
Mulya Business School, Majalah SWA, Indepth Consulting
dan SWANETWORKCorporate Activities Manajemen.
Komunitas konsumen yang dipaparkan hasil
penelitiannya antara lain adalah : Avanza-Xenia Indonesia
Club, Bike To Work, Big Reds (Liverpool Fans Club),
Komunitas Pembaca Majalah Chip, Komunitas Pengguna Esia,
Honda Tiger Mailing List, Honda Vario Club, Inspired
Kids Club, Jakarta Satria Club, Yamaha Jupiter Club,
Milanisti Indonesia (AC Milan Fans Club), Yamaha Mio
Club, Natural Cooking Club, Thunder 125 Community, Toyota
Kijang Club Indonesia, Indosat Community dan Komunitas
Music Progressive Indonesia. Acara diikuti oleh kalangan
komunitas konsumen merek, pemilik merek, pemerhati merek
dan kalangan umum lainnya. Peserta Seminar dan Awarding
diperkirakan mencapai 250 orang, sedangkan Exhibition
diperkirakan berjumlah 20.000 pengunjung.
Bagi mitra sponsor jelas benefit yang
diperoleh cukup banyak. Dengan mensponsori acara ini,
pihak sponsor bukan sekedar berkenalan langsung dengan
komuniti-nya yang menjadi target market, namun
juga bisa menjajagi potensi menggarap peluang-peluang
bisnis dan bersama-samamembangunmasa depan. *** |

Marketing Plan
Perusahaan-Perusahaan Indonesia Kurang Kreatif!
Penilaian di atas tak bisa dibilang
ngawur. Paling tidak ini pula yang menjadi
kesimpulan polling majalah MIX Marketing Xtra
kepada 30 orang marketer di Tanah Air. Alasannya?
Ternyata banyak perusahaan hanya meng-copy marketing
plan tahun lalu dan sekedar merevisi target, profit
atau growth tanpa mengeksplorasi kemungkinan
penerapan tren-tren marketing terbaru untuk menyiasati
dinamika pasar yang bakal terjadi tahun berikutnya.
Akar persoalan ini yang menjadi topik
seminar bertajuk "Marketing Plan Perusahaan- Perusahaan
Indonesia Kurang Kreatif" di Sky Building yang
menghadirkan tiga pembicara kondang. Mereka adalah Simon
Jonatan (CEO Brand Maker), Irfana Ekasari Muadz (Marketing
Director) PT Heinz ABC Indonesia dan Zeffry Alamsyah
(Operation Director) PT Coca-Cola Bottling Indonesia.
*** |
|

e-Learning Award
2007
e-Learning Award 2007 merupakan bentuk
apresiasi terhadap pemenang sebagai bentuk penyediaan
dan bagaimana h a r u s mempergunakan media elektronik
(software) dalam mendukung teknologi informasi
dan komunikasi pendidikan sebagai usaha untuk serta
mengembangkan kegiatan pendidikan dan bisnis/usaha.
Pada era masyarakat yang dinamis atau menjelang era
masyarakat dinamis sekarang ini keberadaan teknologi
informasi dan komunikasi (ICT) tidak dapat ditinggalkan
dari kehidupan kita. Penerapan teknologi dalam kehidupan
kita terasa sangat membantupercepatan pencapaian tujuan.
Berbagai penelitian baik di dalam maupun
di luar negeri menunjukkan bahwa implementasi ICT dalam
proses belajar mengajar dapat meningkatkan kualitas
pendidikan. Bersamaan dengan itu, pada generasi e-learning
sekarang ini, yaitu
generasi , kesadaran masyarakat akan proses belajar
mengajar dengan menggunakan media berbasis ICT semakin
besar. Berangkat dari keadaan tersebut, saat ini juga
merupakan waktu yang tepat untuk merangsang masyarakat
agar mulai
menggunakan teknologi dalam upaya
pengembangan sumber daya manusia.
Acara berlangsung pada hari Kamis, 8
November 2007 di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta
dan bertindak selaku penyelenggara adalah Majalah SWA
dan Pustekkom Depdiknas yang didukung oleh SWANETWORK-corporate
activities management, event organizer. Acara dibuka
dengan sambutan PUSTEKKOM DEPDIKNAS, Dr. Lilik Gani,
Kepala Pustekkom Depdiknas dan Kemal E.Gani, Pemimpin
Umum/Redaksi Majalah SWA serta keynote speech
disampaikan Bapak Bambang Soedibyo, Menteri Pendidikan
Nasional RI yang dilanjutkan dengan makan malam &
hiburan serta pembagian e-Learning Award 2007 dan Ki
Hajar Award 2007. *** |

Low-Cost &
Efficient Promotion
to beat Market Leader
Promosi? Pasti high-cost dan
high spending! Begitu mungkin pendapat kebanyakan
orang perihal topik tersebut. Padahal, seperti terungkap
dalam seminar "Lowcost & Efficient Promotion
to beat Market Leader", ternyata tidak persis demikian.
Tahun 2007 adalah tahun bangkitnya para market challenger
(penantang pasar) yang lebih cerdik, lebih cepat
dan lebih mampu memahami selera pasar dengan dana lebih
sedikit. Di saat bersaman banyak merek pemimpin pasar
yang berkuasa selama beberapa generasi dan dekade harus
bersusah payah mempertahankan posisinya lewat dana jor-joran. |
|
 |

Consumer Banking
Forum & Consumer Banking Excellence (CBE) Award
2007
Untuk kedua kalinya SWA menggelar awarding
sektor perbankan akhir tahun lalu. Penghargaan
hasil kerjasama dengan Synovate dan mendapat dukungan
Perbanas ini merupakan bentuk apresiasi dalam upaya
mendorong dunia perbankan untuk berkembang lebih baik
dan terus melakukan inovasi.
Consumer Banking 2007 adalah survey
pemilihan produk-produk terbaik Consumer Bangking.
Tujuan program ini adalah untuk memberikan penghargaan
dan pengakuan kepada para pengelola bank yang memiliki
produk dan layanan Consumer Banking terbaik
di Indonesia. Survey diselenggarakan oleh Majalah SWA
& SYNOVATE untuk penyelenggaraan event-nya
dilakukan oleh SWANETWORK-Corporate Activities Manajemen,
sebagai.

|
|

SWA 100,
THE VALUE CREATOR AWARD 2007
Sejak lima tahun terakhir, dalam upaya
mendorong semangat value creation, Majalah SWA, telah
membuat pemeringkatan 100 perusahaan publik yang terdaftar
di Bursa Efek Jakarta melalui pendekatan EVA. Kali ini,
setelah melakukan riset yang sensitif, SWA bersama Joel
Sterm & Co. dengna bangga mempersembahkan
Acara penghargaan SWA 100, The Value
Creator Award 2007 dimaksudkan untuk memberi apresiasi
bagi perusahaan yang telah memberi nilai positif bagi
para pemegang sahamnya, semakin mendorong perusahaan
untuk tak henti berupaya memberikan nilai positif bagi
pemegang sahamnya, dan turut mendorong terciptanya iklim
bisnis yang kondusif lewat kinerja perusahaan publik
yang positif. SWA100, The Value Creator Award 2007 diikuti
para pemenang, masyarakat pasar modal, kalangan investor,
dan publik yang berminat terhadap kinerja perusahaan-perusahaan
publik.
Acara berlangsung pada Senin, 17 Desember
2007 di Hotel Sangri La Jakarta dan sebagai penyelenggara
acara adalah SWANETWORK-Corporate Activities Management.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Kemal E.Gani, Pemred
SWA dan Joel Stern & Co dilanjutkan oleh Keynote
Speech Menteri BUMN RI, Bapak Sofyan Djalil. *** |
|
| 2008:
The Year of Challenger Indonesia Marketing Forum 2
Agresifitas Challenger Brand kerap mengejutkan
Market Leaders. Aktifitas pemasaran mereka
yang luar biasa kreatif, baik dalam beriklan di televisi
maupun dalam hal penyelenggaraan event, sedikit
demi sedikit berhasil
merebut market share para market leaders.
Itu sebabnya perjuangan market leaders
jelas makin berat dengan masuknya pemain-pemain
baru. Mereka kebanyakan lahir sebagai brand baru atau
product extension dari umbrella brand-nya.
Sebuah fenomena yang menjadi perhatian dan dibahas pada
Indonesia Marketing Forum (IMF) ke-2 yang menjadi forum
learning dan sharing offline setiap tahun
yang diprakarsai oleh majalah MIX Marketing Xtra dan
Marketing Club.
Forum beranggotakan 6000-an orang dan
berlangsung di hotel Le Meridien akhir tahun lalu ini
dihadiri oleh pelbagai pihak mulai dari para marketer,
konsultan pemasaran dan para professional lain yang
terkait dengan dunia pemasaran. Pembicara-pembicara
datang dari para pelaku pemasaran yang sehari-hari berkutat
membuat strategi dan melakukan eksekusi pemasaran di
lapangan. Diketengahkan pula hasil observasi dan wawancara
langsung dengan konsumen dan industry experts mengenai
tren pemasaran tahun depan. ***
|
|
 |
| Catatan :
Untuk mendapatkan berita-berita dari SWA Media Group seperti
diatas melalui email Anda, silahkan kirimkan email ke : newsletter@swamail.com |
|
|
|