SWA Media Inc. Total Communication Solutions
SWAMediaInc.com About SWA Links Contact Us Newsletter Event SWA Mobile
Advertising  
Facebook SWA Twitter SWA

 

home > tentang kami > tentang majalah swa sembada
 Tentang Kami
   SWA Sembada
   SWA Network
   SWA Publishing
   SWA Online
   SWA Media Jejaring
   Spot Communications
   Platinum Society
   MIX
   MIX Interactive
   Business Diggest
 
 Tentang Perusahaan
 

Sejarah

 
 Visi dan Misi
 
 Kredo
 
 Prinsip Jurnalisme
 

Hubungi Kami

 
 Pemasangan Iklan
 

Majalah SWA SembadaMajalah SWA Sembada

Tentang Perusahaan | Sejarah | Visi dan Misi | Prinsip Jurnalisme

Siapapun Anda,
Apapun bisnis Anda,
Di manapun Anda,
Bagaimanapun kondisi bisnis Anda,
Seperti apa pun rencana bisnis Anda ...

 

Sejarah

SWASEMBADA: 1985

Meningkatkan Produksi Indonesia

Ketika dilahirkan, nama majalah ini adalah SWASEMBADA. Ada ceritanya mengapa majalah ini bernama SWASEMBADA. Kami ingin mengajak anda mengenal lebih dekat. Supaya kita bisa lebih saling memahami dan bekerja lebih erat mensinergikan semua kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Ujungnya kita bisa menghasilkan banyak hal kreatif dan inovatif bagi perkembangan dunia bisnis di Tanah Air.

Kelahiran majalah SWASEMBADA tak terlepas dari salah satu program Pemerintah Indonesia yang pada 1985 mencanangkan tekad untuk meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri. Suatu upaya yang diarahkan mendorong lahir dan bertumbuhnya para pengusaha dengan kemampuan memproduksi berbagai produk lokal secara kompetitif.

Untuk mewujudkan kelahiran jabang bayi majalah tersebut, pada awal 1985 sebuah Yayasan bernama Sembada Swakarya kemudian menggandeng PT Grafiti Pers, penerbit majalah TEMPO, untuk bekerjasama menerbitkan majalah SWASEMBADA. Nama ini dipilih, karena swasembada kurang lebih bermakna -‘mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan apa yang dihasilkan dan dimiliki sendiri’. Sebagai pemilik Surat izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), Yayasan betindak selaku penerbit, sedangkan PT. Grafiti Pers bertanggung jawab atas pengelolaan sehari-hari, mulai dari menentukan dan mengendalikan kebijakan redaksional, produksi, pemasaran dan semua aktivitas usaha SWASEMBADA.

Pihak Yayasan diwakili Bakir Hasan sebagai Pemimpin Umum dan Sutjipto sebagai Wakil Pemimpin Umum. Sedangkan Grafiti Pers menugasi Goenawan Mohamad dan Eric Samola masing-masing sebagai Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Usaha.

Pada awal beroperasi, kegiatan produksi dan distribusi masih menumpang di salah satu ruang markas utama Grafiti Pers di Pusat Perdagangan Pasar Senen Blok II, Lantai III, Jakarta Pusat. Baru beberapa bulan setelah majalah terbit jajaran Redaksi menempati kantor sendiri yang berlokasi di Jl. Tebah III No. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hampir tiap senja berganti malam, rumah berpagar bambu bercat putih kusam dengan sebatang pohon mangga yang berdaun rimbun itu masih menggariskan semburat kegiatan kerja. Lampu-lampu masih benderang di semua ruangan. Sesekali terdengar dering telepon. Simfoni berbunyi tak-tik-tak-tik dari beberapa mesin ketik manual terdengar ramai bersahutan. Sesekali disela teriakan, disusul tawa riuh. Lalu, sepi kembali. Mereka yang tengah bekerja di rumah itu tengah berpacu dengan waktu. Memburu atau diburu waktu.

Satu dua laki-laki datang dan pergi. Ada yang bermobil, bermotor, ada juga berjalan kaki. Wajah mereka masih berseri. Atau mencoba berseri, sambil menyembunyikan rasa lelah. Pengulangan akan terjadi esok hari dan hari-hari berikutnya. Tak ada kejenuhan. Rutinitas yang sungguh layak dibagi dan dinikmati.

Itulah wajah sekilas markas Majalah SWASEMBADA pada bulan-bulan pertama di tahun 1985. majalah bulanan ini terbit berdasarkan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers No 001/SK/Men.Pen./SIUPP/D.1/1985. Tujuan dan fungsinya adalah Mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, dengan menyebarkan segala informasi mengenai peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, agar pihak produsen, konsumen,lembaga niaga dan pemerintah dapat lebih saling mengenal, memahami dan menjalin hubungan secara lebih akrab.

Tujuan dan fungsi tersebut kemudian dijabarkan menjadi mission statement berbunyi: Meningkatkan Produksi Indonesia. Nomor perdana yang bertitimangsa 1 Februari 1985 itu tampil 100 halaman dengan menggunakan art paper dan foto-foto warna(full colour) dan dipasarkan dengan harga Rp 2.000. pada era tersebut, tak banyak majalah di Indonesia yang tampil full colour.

Memang, pada edisi perdana majalah SWASEMBADA tercantum tanggal penerbitan 1 Februari 1985. Namun, karena majalah ini beredar untuk pertama kali di pasar pada 10 April 1985, maka kami memutuskan hari lahir kami pada 10 April 1985.

Informasi dan Peluang Bisnis, Penting bagi Orang Penting

Setelah tampil dengan wajah yang terkesan berat , logo dan type face SWASEMBADA mengalami peremajaan . Perubahan lain menyangkut motto, dari Meningkatkan Produksi Indonesia / Meningkatkan Produksi Dalam Negeri menjadi Informasi dan Peluang Bisnis. Slogan baru pun diperkenalkan kepada khalayak: Penting bagi Orang Penting. Rangkaian upaya rejuvenasi tersebut dilaksanakan pada 1 April 1986. bagian redaksi juga disegarkan dengan kehadiran Bondan Winarno sebagai Wakil Pemimpin Redaksi dan Abdul Rahman sebagai Redaktur Pelaksana. Seiring dengan perubahan logo dan motto tersebut, kami mereposisikan diri sebagai majalah yang tak sekedar Meningkatkan Produksi Indonesia , namun lebih luas lagi: sebagai majalah bisnis yang mendukung perkembangan dunia bisnis di Indonesia.

Bertambahnya karyawan dan volume pekerjaan menyebabkan Rumah Kerja di jl. Tebah III No. 14, kebayoran Baru, yang diakrabi banjir, dan dikepung pasar, restoran, panti kesehatan itu terasa makin gerah saja. Kami pun telah beberapa kali bedhol kantor , mula-mula ke Gedung Setiabudi 2, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemudian menempati lantai 2, Gedung Chandra, Jl. M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat, dan kini bermarkas di Jl. Taman Tanah Abang III No. 23, Jakarta Pusat.

1988: SWA (Sembada)

Pada Januari 1988 type face Majalah SWASEMBADA mengalami perubahan dengan lebih menonjolkan kata SWA dalam huruf kapital, sedang SEMBADA ditulis dengan huruf kecil. Dengan begitu kata SWA labih mudah diucapkan, lebih mudah diingat, lebih singkat, terdengar lebih merdu di telinga dan sekaligus: brand kami pun terasa lebih business like .

Sebagai majalah bisnis, SWA diharapkan untuk lebih cepat menyajikan beragam informasi aktual seputar dunia bisnis nasional maupun internasional kepada khalayak pembaca dan pelaku bisnis- termasuk menyampaikan pesan pemasaran seperti iklan kepada para konsumen dan kelompok sasaran lainnya. Tak heran bila banyak pembaca dan mitra bisnis kami yang menyarankan agar SWA terbit setiap dua minggu (dwimingguan).

Sebenarnya sudah sejak lama kami pun berencana menjadi dwimingguan. Namun kami ingin mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan melakukan yang paling optimal sesuai kondisi obyektif yang ada. Dan yang terbaik menurut kami adalah dengan cara bertahap, walau mungkin terkesan agak janggal: kami memilih menerbitkan SWA tiga minggu sekali, sebagai persiapan dwimingguan. Akhirnya, pada Januari 1996 SWA terbit sebagai majalah tiga mingguan, sambil menyiapkan prakondisi sebelum menjadi dwimingguan. Pada April 1997, sekitar 14 bulan setelah terbit tiga mingguan, SWA hadir sebagai majalah dwimingguan – 26 edisi setahun.

Sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas dan mengembangkan diri secara berkesinambungan, kami menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam maupun di luar negeri. Antara lain, dengan IPPM, MarkPlus&Co., Capricorn Mars Indotama (MARS),The Amrop Hever Group (Jakarta), Accenture, Radio Ramako dan Advisory melalui acara MagicBusiness, Radio One dalam acara One Talk With SWA, Asian Institute of Management (Manila), Far Eastern Economic Review (Hong Kong), Synovate, Franklin Covey (PT Dunamis Intermaster), PT Watson-Wyatt Purbajaga, Hay Management, serta beberapa badan pemerintah maupun swasta lainnya.

Di usia kami yang lebih dari dua dasawarsa, sejumlah nama di awal-awal dan diperjalanan penerbitan majalah ini memang sudah tak bersama kami lagi. Mereka yang telah meletakkan fondasi SWA antara lain: Goenawan Mohamad, Bondan Winarno, Abdul Rahman, Muklis Gumilang, Eddy Soetriyono, Winarno Zein, Harun Musawa, Henry Hernawan dan Dini Harun. Ada pula sebagian di antara mereka yang telah mendahului kami menghadap sang khalik: Eric Samola, Handjojo Nitimihardjo, Arwah Setiawan, Satyagraha Hurip, dan DR Tawang Alun. Beliau semua telah turut menentukan arah dan mewarnai sejarah perkembangan majalah SWA.

Ada pula nama yang merintis sejak di awal penerbitan SWA dan hingga kini masih setia bersama kami. Mereka antara lain, Baday S. Nasution, H.B. Supiyo, Irmina Irawati, Kemal E. Gani, Muchalis Iljas, Nanang Kusnandar, dan Sumartono. Selain itu masih banyak lagi rekan-rekan yang telah memberikan seberkas sumbangsih bagi SWA. Tanpa menyebut nama mereka pun, peran mereka tak mudah terhapus dalam perjalanan SWA.

2003: SWA. Dimana Bisnis Bergerak

There is nothing permanent, but change. Perubahan itu terlihat nyata pada SWA No.20, 2-15 Oktober 2003. Logo SWA, dengan kata SEMBADA yang berukuran lebih kecil serta positioning statement Informasi dan Peluang Bisnis di atasnya berganti dengan logo baru yang lebih segar. Tipe huruf ber-serif (kait) diganti dengan tipe san serif yang lebih lugas namun tetap manis dipandang. Kata sembada kini ditulis dengan huruf kecil yang terlihat lebih dinamis.

Seiring dengan perubahan logo tadi, perwajahan SWA - termasuk sampul depan - ditata ulang agar mampu merefleksikan semangat cerah dan lincah dalam menggarap beragam denyut dan aktivitas bisnis yang terus bergerak. Dengan perubahan dan penyegaran ini, kami ingin menyegarkan diri dan organisasi kami, sehingga kami bisa senantiasa belajar, adaptif, dan mempertajam daya kreativitas serta inovasi kami. Antara lain dengan upaya inilah, kami berharap bisa terus memberikan yang terbaik dan bernilai kepada semua staf, pembaca dan stakeholders lainnya serta kepada dunia bisnis Indonesia.

Ke depan, kami akan terus mempertajam positioning SWA sebagai majalah bisnis untuk kaum bisnis, dengan positioning statement dimana bisnis bergerak . Dengan positioning ini, kami berkomitmen SWA akan selalu hadir dan menjadi referensi utama kaum bisnis. Apa pun bisnis mereka. Di mana pun mereka. Siapa pun mereka. Bagaimana pun kondisi bisnis mereka. Seperti apa pun rencana bisnis mereka. Dengan komitmen itu, kami akan terus berupaya menampilkan sajian-sajian yang khusus mengupas kisah-kisah keberhasilan (dan juga kekurangberhasilan) kaum bisnis – profesional, pengusaha dan perusahaan.

Hal tersebut kami tampilkan, antara lain, berupa kisah dan analisis tentang strategi dan taktik manajemen, pemasaran, teknologi informasi, investasi, pengembangan karier, dan entrepreneurship. Berbagai sajian spesial, mendalam dan komprehensif berdasarkan riset juga secara periodik kami sajikan. Misalnya topik tentang Indonesian Best Brand Index, Indonesian Customer Satisfaction Index, The Best CEO, SWA 100, Enterprise 50, Indonesian Good Corporate Governance Index, Salary & Benefit Survey, yang dalam pengerjaannya kami selalu beraliansi dengan mitra-mitra kami yang memang mempunyai kompetensi di bidangnya dan mempunyai misi yang sama dengan kami.

 

< kembali ke atas >

Visi, Misi dan Nilai-nilai Majalah SWA

VISI

Menjadi Kelompok Usaha Media Bisnis Nomor Satu yang menyediakan Solusi Bisnis Terpadu bagi para wirausahawan dan profesional di Indonesia dan dunia.

MISI

  • Mendorong peningkatan ketrampilan, kompetensi, kreativitas, inovasi, dan daya kompetisi semua karyawan.
  • Meningkatkan kesejahteraan para karyawan dan memenuhi kepentingan stake holder lainnya.
  • Memacu berkobarnya semangat kewirausahaan, penerapan etika bisnis, good corporate governance, dan corporate social responsibility para stake holder serta mendorong berkembangnya iklim bisnis yang kondusif.

Nilai-nilai:

  • Menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan

  • Menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, keseimbangan informasi, kejujuran, etika, independensi dan menghormati kemajemukan

  • Memberi kesempatan untuk perkembangan individu

  • Memberi layanan terbaik secara profesional kepada semua mitra bisnis

 

< kembali ke atas >

PRINSIP JURNALISME SWA

1.Jurnalisme kami adalah Jurnalisme yang berusaha menggali kisah di balik keberhasilan maupun kegagalan seseorang, tim ataupun perusahaan dalam membangun, menjalankan dan mengembangkan karier, profesionalisme, dan bisnis.

2.Jurnalisme kami adalah Jurnalisme yang berusaha menggali keberhasilan dan juga kegagalan seseorang, tim atau perusahaan dalam menjalankan dan mengembangkan corporate social responsibility dan good corporate governance, serta nilai-nilai dan etika bisnis yang diyakini baik secara universal.

3.Jurnalisme kami adalah Jurnalisme ‘hikmah’ dan positif, dimana kami, pembaca kami, dan semua stake holder kami lainnya bisa memetik ‘hikmah’, belajar dari semua keberhasilan dan juga kegagalan yang kami gali dan analisa dengan dalam dan berimbang, serta disajikan dengan baik.

4.Jurnalisme kami adalah Jurnalisme yang menghembuskan angin optimisme dan menggugah semangat untuk terus berkreativitas, berinovasi, mencari peluang baru, dan terus berkembang dengan positif yang bisa membawa manfaat bagi semua masyarakat.

5.Jurnalisme kami ada Jurnalisme yang percaya bahwa tugas pers bukanlah menyebarkan prasangka, tapi justru melenyapkannya; bukan pula membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.

6.Jurnalisme kami adalah Jurnalisme yang menjunjung tinggi kejujuran dan idealisme.

 

< kembali ke atas >

 

Wartawan dan staf majalah SWA tidak diperkenankan menerima imbalan uang, hadiah, jasa atau fasilitas dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan kebijakan redaksional dan bisnis SWA

 

< kembali ke atas >

 

SWA GROUP of COMPANIES:
SWANETWORK SwaPublishing SWAOnline swa.co.id SwaMediaJejaring Spot Corporate Communications Platinum Society MIX Interactive Business Digest
Copyright © 1985-2010 SWA Media Inc. All rights reserved.