Home > Bango Mania > Bango Mania: Berbagi di Milis dan Blog

Bango Mania: Berbagi di Milis dan Blog

Bango Mania - Komunitas Kecap Bango

Bango Mania - Komunitas Kecap Bango

Komunitas Bango Mania (KBM). Demikian Radityo Djajoeri, Ketua KBM, menyebut nama kelompok bentukannya. Makanan atau jajanan apa pun yang dibumbui Kecap Bango, menjadi daya tarik kelompok ini. Dideklarasikan pada 3 Maret 2007 di Bandung, KBM terbentuk sehubungan dengan diselenggarakannya Festival Jajanan Bango (FJB) di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Menurut Radit – begitu dia disapa – di kota-kota itu cikal bakal komunitas penggemar Kecap Bango sudah kelihatan. Tanda-tandanya, setiap FJB singgah di satu kota, para penggemarnya pun mendatangi sekaligus mengadakan temu kangen.

Memasuki tahun ketiga FJB, jumlah penggemar Kecap Bango makin banyak. Keinginan membentuk komunitas pun tampak semakin kuat. “Komunitas ini berdiri didasari keyakinan kami pada produk yang kami sukai,” katanya memberi alasan. Ditilik dari usianya, Kecap Bango terhitung produk berusia tua. Produk ini hadir di pasar sejak 1928. Tak disangka, penggemar fanatiknya begitu membludak. Ketika merek kecap ini diambil alih PT Unilever Indonesia, Radit melihat perubahan yang baik. “Pemasaran dan distribusi jadi lebih luas,” tuturnya.

Bango Mania - Komunitas Kecap Bango

Bango Mania - Komunitas Kecap Bango

Di awal pembentukan KBM, Radit yang didaulat sebagai ketua, menghubungi pihak Unilever. “Saya hanya ingin memberi tahu bahwa sudah ada orang-orang pecinta Kecap Bango yang bersatu membentuk komunitas,” ujarnya. Pucuk dicita ulam tiba, Unilever selaku pemegang merek memberi respons positif. “Tapi (respons) itu tidak langsung kami dapatkan. Mereka (Manajer Senior Merek Kecap Bango) harus mengomunikasikannya dulu ke berbagai level,” papar Radit seraya mengungkapkan, respons dari Unilever diperoleh setelah menunggu setengah bulan.

Kendati menggunakan kata “Kecap Bango”, Radit mengemukakan, komunitas ini berupaya keras menjaga independensinya dari nama besar Unilever. Ini dilakukan lantaran dia bersama rekan-rekannya menyadari bahwa ketergantungan pada suatu merek bisa berakibat negatif di kemudian hari. Walau begitu, bukan berarti KBM melarang Unilever membantu kegiatan mereka. “Pihak Bango boleh saja memfasilitasi acara-acara kami. Tapi hal itu harus dibicarakan dulu,“ Radit menandaskan.

Bango Mania - Komunitas Kecap Bango

Bango Mania - Komunitas Kecap Bango

Sementara itu, untuk memudahkan komunikasi sesama anggota, disediakan milis bango-mania-subscribe@yahoogroups.com dan blog bangomania.blogspot.com atau kecap-bango.blogspot.com. Melalui milis dan blog ini, anggota bisa melontarkan tanggapan atau pengalaman mereka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dunia kuliner. Kebetulan, para manajer di Kecap Bango pun ikut menjadi anggota milis dan blog, sehingga bila ada pertanyaan atau hal-hal yang perlu diluruskan dapat segera ditanggapi. Sampai sekarang jumlah anggota KBM sudah mencapai 450 orang, terdiri dari mahasiswa dan karyawan. “Mahasiswa justru yang sering merekomendasikan tempat makan yang layak dicoba,“ kata Radit.

Sejauh ini, milis dan blog Bango Mania dirasa efektif oleh anggotanya. “Misalnya, ada yang berencana pergi ke Surabaya tapi tidak tahu tempat makan yang enak dan terkenal, bisa tanya di milis ini. Responsnya sangat cepat,” tutur Radit berani memuji. Di dalam milis segala persoalan mengenai dunia gastronomi juga ikut dibicarakan. Jadi, tidak sekadar membahas Kecap Bango. ”Ada juga yang membicarakan tip-tip menyimpan cabe supaya lebih awet,“ lanjutnya memberi contoh.

Hingga Oktober 2007, kegiatan kopi darat hanya dilakukan pada saat acara FJB berlangsung. Di area FJB, KBM memiliki posko sendiri. Sebagai ketua, Radit kerap mengunjungi kegiatan FJB di berbagai kota sekaligus mengoordinasi temu bincang antara sesama anggotanya. Di samping itu, mereka mendaftar pula nama-nama tempat makan khas selera Nusantara, baik di pinggir jalan maupun restoran yang direkomendasi untuk dikunjungi. Malam harinya, mereka akan mendatangi tempat makan yang sudah direkomendasikan itu.

Ke depan, Radit dan anggota KBM lainnya berharap bisa lebih mengoptimalkan perkumpulan ini sebagai ajang diskusi kewirausahaan. “Kami berharap tidak sekadar mengobrol dan haha-hihi,” ungkapnya. Untuk mencapai tujuan itu, seusai Lebaran ini mereka akan bersilaturahmi sekaligus menyusun agenda selanjutnya. Radit menilai, frekuensi yang ideal bagi anggota KBM untuk berkumpul adalah sebulan sekali. Akan tetapi, “Yang penting adalah kualitasnya,” ujarnya. Dalam pertemuan itu, bisa saja mereka mengundang pembicara yang berpengalaman di dunia gastronomi dan membahas topik tertentu. “Misalnya, mengadakan diskusi tentang tren wisata kuliner terhadap perkembangan suatu daerah. Diskusi semacam itu bisa menambah pengetahuan bagi anggota Bango Mania,” kata Radit mencontohkan.

Dari kacamata Manajer Senior Merek Kecap Bango, Heru Prabowo, kehadiran KBM memberi dampak positif bagi perusahaan. “Kami justru berterima kasih. Dengan adanya milis dan blog penggemar Kecap Bango, komunikasi jadi lebih efektif dan nama Bango semakin berkibar,” papar Heru. Sayangnya, hingga saat ini pemasaran online masih relatif baru di Indonesia, dan belum dimanfaatkan secara optimal buat merek-merek lainnya. Dalam kasus Kecap Bango, paling tidak, dia berpendapat, keberadaan milis dan blog yang juga diikuti staf Kecap Bango mempermudah komunikasi, terutama bila ada pertanyaan yang perlu dijawab dan diluruskan.

Di sini, jelas terlihat bahwa Internet berwajah ganda. Di satu sisi, mempermudah distribusi pengetahuan dan informasi. Di sisi lain, Heru menyadari, bila ada isu negatif mengenai Kecap Bango, informasinya pun dapat menyebar dengan cepat. Sebagai contoh, ketika seorang anggota bertanya tentang keaslian suatu merek kecap yang mirip dengan Kecap Bango, maka milis dapat digunakan oleh pihak Unilever untuk meluruskan informasi yang berkaitan dengan mereknya.

Sehubungan dengan independensi kelompok ini, Heru mengungkapkan, pihaknya sangat menjaga dan menghormati keputusan yang mendasari pembentukan KBM. Menurutnya, keberadaan milis dan blog telah menegaskan independensi komunitas ini. Sebab, di milis ini masing-masing anggota bebas mengekspresikan diri. “Hal ini penting karena bisa membantu dari sisi pemasaran. Selain itu, kami bisa mengetahui yang dilakukan oleh kompetitor kami,” ujarnya memberi alasan.

Untuk mempererat ikatan, Unilever mulai melibatkan KBM dalam acara Bango Cita Rasa Nusantara, yang bisa ditonton setiap Sabtu pukul 08.00-08.30 WIB di stasiun TV Indosiar. Yang menarik, di program ini Unilever memberi kesempatan pada anggota KBM untuk tampil selama beberapa menit menceritakan kesan dan manfaat penyelenggaraan FJB. Ke depan, Heru mengungkapkan, pihaknya juga bersedia memfasilitasi berbagai kegiatan yang hendak dilakukan KBM. Bila gayung sudah bersambut, tunggu apa lagi?
Firdanianty dan Rias Andriati

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.